Galau
by
Iyyaka Nastain
Diam Hanyutkan Hening
Rintihan Nadi Redupkan Lilin
Fajar Pagi Batalkan Terbit
Ribuan Bintang Temani Sunyi
Rintihan Nadi Redupkan Lilin
Fajar Pagi Batalkan Terbit
Ribuan Bintang Temani Sunyi
Rindu, Siapa yang Ku Rindu ?
Tak Ada Arti Mimpiku Itu
Bayangkan Sedih Merintih Kalbu
Apa Mungkin Aku Beruntung ?
Rindu Bukan Puisi
Rindu Bukan Syair
Tak Dapat Merasakan Lirih
Saat Hatiku Teriris Perih
Rasaku Bagai Bulan
Bulan yang Bersinar Untuk Dia
Senyumku Bagai Bintang
Bintang yang Tersenyum Bersama Dia
Lemah Bagai Pasir-Pasir Pesisir
Hilang Tersebar Ombak yang Menyisir
Kemana Aku Harus Cari ?
Apa Takdir Membawaku Kepada WINDY ?
Sepintas Petikan Lirih
by
Iyyaka Nastain
Ini Tulisanku Bukan Gambaranku
Bila Angin Membawa Sejuk Berikan Itu
Biaskan Terik yang Panas Untuk Diriku
Biarkan Aku Hangat Dalam Senyummu
Tajam dan Lebih Tajam Dari Tanduk
Dalam dan Lebih Dalam Dari Palung
Luas dan Lebih Luas Dari Gurun
Engkau Lukiskan Segalanya Untukku
Terasa Lembut Dalam Langkahmu
Hanyutkan Tidur Dalam Peluk
Walau Sepi Kian Menusuk
Ingatkan Aku Di Atas Gambaran Semu
Ku Ingin Menjemputmu
Pergi Dalam Perjalan Jauh
Merasakan Baik dan Buruk
Dalam Lantunan Hidup
Restu
by
Iyyaka Nastain
Bila Aku Berdalih
Apa Aku Membawa Khasanah
Kurasa Semua Itu Maya
Tangan Mendekam Berdoa Khitmat
Apa Restu yang Ada Tak Lagi Berdalih
Dengan Segala Tulisan Berlafal Syair
Kurasa Semua Itu Pergi
Tinggalkan Sisi dari Sebuah Isi
Hanya Menyembah Harta
Tak Bersifat Sosial Sungguh Percuma
Itu Sebuah Akal Bukan Jiwa
Penuh Bayangan yang Akan Sirna
Cinta Tak Butuh Materi
Cinta Berjalan Dengan Gigih
Perjuangkan Dalil dan Hati
Tumbuh Bersama Kiblatkan Mimpi
Sisi Hati
by
Iyyaka Nastain
Agung Sungguh Agung Sangat Besar
Sampingkan Nafsu Menuju Nyata
Inginkan Semua Untuk Menggenggam
Sisi Hati yang Ingin Ku Perjuangkan
Siapkah Dia ? Dia Bersiap
Untuk Membentangkan Pelaminan
Kapan Kita Akan Lakukan
Sedangkan Hati Telah Berbisik Keras
Untukku Atau Untukmu Aku Bingung
Terbujur Kaku Semakin Terpuruk
Apa Kau Tak Benar Mencintaiku
Ini Hatiku dan Ini Milikmu
Sisi Hati yang Ingin Bersamamu
Sisi Lain Menentangmu
Bebaskan Aku dari Semua Itu
Aku Ini Bukan Tuhan Aku Hanya Buruh
Nafasku
by
Iyyaka Nastain
Aku Bernafas Untuk Hidup
Aku Berjalan Untuk Maksud
Jangan Hinakan Dari Diriku
Karena Aku Bukan Kamu
Bersamamu Karena Ku Terhibur
Ku Halangi Nafsuku Untukmu
Karena Kau Bukan Penghibur
Nafasku Lebih Dari Sang Pelipur
Layaknya Pujanggan yang Menulis Kata
Aku yang Berkata Sebagai Bintang
Bersinar Bersama Hari yang Cerah
Bukan Untuk Nafas yang Tersengal
Hidup Dengan Bintang
by
Iyyaka Nastain
Mungkin Benar Alam Menolak
Kadang Terasa Sesak Saat Terlihat
Segalanya Nampak Indah
Namun Kembali Hampa
Pagi Menawarkan Fajar
Dari Ufuk Barat Dia Menyapa
Indahnya Membentang Luas
Andai Aku Dapat Memaparkan
Hidup Bagai Bintang Bagai Khayal
Tanpa Rasa Kau Melihatnya
Apalah Dia Berada Dalam Kesendirian
Ku Berpikir Aku Harus Mengulang
Rasa Dari Segala Rasa
Adalah Sebuah Berkah
Yang Kau Berikan Saat Malam
Ku Bahagia Walau Hanya Impian
Bila Dia
by
Iyyaka Nastain
Sungguh Parah Aku Menatap
Sangat Hina Aku Terpana
Merasa Ini Sebuah Mainan
Tak Usah Kulakukan Bila Tak Nyata
Jauh Menuju Tuhan
Hanya Tanda yang Kudapat
Rasanya Tak Sampai Darah
Dia Menghilang Tanpa Jejak
Inikah Cinta Membuat Lara
Menusuk Setajam Parang
Menembus Sukma Berjalan Pelan
Membunuh Di Tengah Malam
Ku Tak Ingin Itu Bila Dia
Menatap dan Angkat Kisah
Tentang Segalanya Benar Indah
Sebentar Aku Tertawa Aku Ini Gila
Andai Saja
by
Iyyaka Nastain
Bersama Malam Aku Gelisah
Tentang Apalah Itu Ku Tak Merasa
Ini, Itu, Semua Sama Saja
Cinta Hanya Sebatas Kata
Sakit, Aku Sakit Tapi Kau Tak Merasa
Betapa Pedih, Sulit Tetap Kupendam
Kapan Aku Bangkit ? Kesal, Marah
Ku Biarkan Semua Apa Adanya
hahaha, Aku Benar, Dia Jablay
Mengangkang Tiap Malam
Tanpa Setitik Rasa, Dia Mendesah
Pacarku Bukan Tapi Dia Memang Indah
Andai Saja Syahwat Membungkam
Aku Tak Perlu Ragu Padanya
Semua Telah Tertulis Rapat
Dalam Cinta yang Diyakini Benar
Cerita
by
Iyyaka Nastain
by
Iyyaka Nastain
Menyapa Fajar Dengan Gembira
Melukis Tawa Di Bawah Awan
Membiru Luas Hingga Atas Semesta
Membentang Dalam Ujung Samudra
Ukirkan Rasa Dalam Cinta
Membaca Jiwa Jadikan Sejarah
Lepaskan Lara Sambut Cahaya
yang Bersinar di Ufuk Barat
Untuk Bersama Menjalin Masa
Ribuan Tahun Berjalan Dalam Indah
Tak Menua Waktu Berdentang
Abad Menuliskan Cerita Kita Berperan
Derita Kita Tutup Dalam Sabar
Susah Kita Hapus Dengan Tawa
Jarak Kian Dekat Menitih Rasa
Dengan Tatapan Damai Saat Surga Datang
Asmara
by
Iyyaka Nastain
Ku Sambut Dia Bagai Indah Mawar
Merah dan Istimewah Menuliskan Segala
Rasa Semerbak Sebarkan Wanginya
Dalam Segala Indra yang Ada
Cium Mesra Lapangkan Nafas
Ku Hembuskan Dengan Kata-Kata
Tertata Sejajarkan Prosa Tentang Cinta
Dan Ku Lafalkan Kepadanya
Sungguh Indah yang Tak Bisa Di Ungkap
Dia adalah Dia yang Telah Ada
Bernaung Dalam Sejarah Jiwa
Hidup dan Membuatku Bahagia
Kalimatnya
by
Iyyaka Nastain
Bila Apa yang Kutulis ini Hilang
Maka Carilah Sampai Fajar Mendekam
Bila Apa yang Ku Katakan ini Musnah
Jangan Kau Berjalan Tanpa Petuah
Sesungguh Segala Alam Punya Berkah
Jadikan Satu Pegangan Bila Tersesat
Tak Usah Risau Lanjutkanlah
Segalanya Telah Tercipta Untuk Kita
Percayalah Saat Malaikat Melihat
Betapa Besar Hatiku Merasa
Kaupun Tak Juga Datang
Segalanya Telah di Takdirkan Cinta
Walau Matahari Telah Wafat
Bintang Mulai Mendekati Ajal
Semesta Tak Lagi Berkuasa
Namun Engkau Masih yang Terindah
Takdir
by
Iyyaka Nastain
Cinta Bukanlah Sebuah Drama
Para Pemain yang Merekayasa
Membuat Semua Seolah Nyata
Menghadapkan Peran Untuk Pentas
Cinta Tak Sekedar Kata
Penuh Kalimat Megah Namun Hampa
Hanya Tinta yang Bicara
dan Semuanya Hilang Tak Berkabar
Cinta itu Bukan Hanya Panas
Menghangatkan Segala yang Merasa
Bersemangat Untuk Memuncak
Setelah Klimaks Kembali Rata
Namun Cinta itu Takdirkan Masa
Masa yang Tak Pernah Ku Baca
Pertemukan Kita Dengan Singkat
Sekejap Merubah Segalanya
Terima Kasih Sudah Membaca